wah sudah lama tidak posting di personal blog saya,, semoga ilmu tentang komputer saya dan programming saya semakin hari semakin baik dan berkembang. aamiin
Search This Blog
semoga dengan ada nya blog ini semakin bermanfaat untuk orang lain.
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
TATA CARA PENULISAN ILMIAH
A. KAIDAH PENULISAN
Dalam penyusunan KTI
harus memperhatikan kaidah sebagai berikut:
1. Asli, yaitu karya tulis ilmiah merupakan hasil
pemikiran penulis sendiri bukan plagiasi, jiplakan atau disusun dengan tidak
jujur.
2. Manfaat, yaitu karya tulis ilmiah memiliki
urgensi karena diperlukan, dan mempunyai nilai manfaat pada masing-masing
bidang sesuai jenis jabatan fungsionalnya.
3. Substansi, yaitu materi karya tulis ilmiah yang
disajikan harus merupakan bagian dari tugas utama masing-masing pejabat
fungsional RIHP. (
Rumpun Ilmu Hayat Lingkup Pertanian )
4. llmiah, yaitu karya tulis ilmiah
didasari oleh kaidah keilmuan yang memiliki struktur logika dan terbuka
terhadap pengujian kebenaran.
5. Konsisten, yaitu karya tulis ilmiah relevan dengan
lingkup tugas utama masingmasing pejabat fungsional RIHP. (
Rumpun Ilmu Hayat Lingkup Pertanian )
6. Objektif,
yaitu penulis tidak boleh:
a. mengganti fakta
dengan dugaan;
b. menyembunyikan kebenaran dengan menggunakan makna
ganda (ambiguitas);
c. berbohong dengan
mengacu data statistik;
d. memasukkan dugaan pribadi dalam karya tulisnya.
B. TATA CARA PENULISAN
Penulisan karya tulis
ilmiah bagi pejabat fungsional RIHP pada dasarnya memuat ketentuan atau tata
cara penulisan yang berlaku umum dalam penyusunan karya ilmiah. Agar lebih
mudah dipahami, maka penulisan karya tulis ilmiah harus memperhatikan tata cara
penulisan, sebagai berikut:
a. Dalam bahasa Indonesia:
Menggunakan Ejaan
Yang Disempurnakan (EYD)
1) Untuk kata serapan
bahasa asing, dipergunakan cara penulisan kata serapan yang telah dibakukan.
2) Penggunaan peristilahan di bidang komputer mengikuti penggunaan
istilah sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Dalam bahasa Asing:
Menggunakan kaidah
tata bahasa (gramatikal) dalam bahasa asing yang bersangkutan sesuai dengan
ketentuan yang berlaku umum.
C. SISTEMATIKA PENULISAN
Karya tulis ilmiah dibangun
oleh kesatuan gagasan yang dapat diidentifikasi berdasarkan pemaknaan tautan
antar gagasan yang tertuang dalam setiap bagian karangan. Sistematika atau
kerangka karya tulis ilmiah umumnya terdiri atas 3 (tiga) bagian utama yaitu
bagian awal atau pembuka, bagian batang tubuh/isi tulisan, dan bagian akhir
1. Bagian awal atau pembuka menyajikan
latar belakang masalah penulisan atau kajian, diikuti bagian permasalahan atau
rumusan masalah, dan menyajikan maksud dan tujuan penulisan atau kajian.
2. Bagian batang tubuh tulisan merupakan
bagian pembahasan tentang pokok tulisan dan permasalahannya dengan sistematika
yang didasarkan pada kompleksitas suatu masalah yang disajikan.
3. Bagian akhir merupakan bagian simpulan
yang harus mencakup gagasan utama yang dituangkan dalam isi tulisan. Bagian
akhir atau simpulan merupakan jawaban atas masalah yang disertai saran atau
rekomendasi dari hasil pembahasan. Ketiga bagian tersebut merupakan bagian yang
tidak terpisahkandalam penulisan karya tulis ilmiah.
Sistematika atau
kerangka karya tulis ilmiah terdiri atas judul, nama dan alamat penulis,
abstrak, pendahuluan, landasan teori/tinjauan pustaka, metodologi, hasil dan
pembahasan, kesimpulan, saran, ucapan terima kasih dan daftar pustaka.
1. Judul
Judul karya tulis
ilmiah harus singkat, tepat, tidak multi tafsir, dan sesuai dengan masalah yang
ditulis. Judul sebaiknya tidak lebih dari 12 (dua belas) kata, diketik dengan
huruf kapital dicetak tebal (tidak termasuk kata sambung dan kata depan) yang
mengandung beberapa kata kunci untuk memudahkan pemayaran (penelusuran)
pustaka.
2. Nama dan Alamat Penulis
Nama penulis diketik
lengkap di bawah judul beserta ama dan alamat instansi. Bila nama dan alamat
instansi lebih dari satu diberi tanda asteriks*) dan diikuti alamat penulis
sekarang. Jika penulis lebih dari 1 (satu) orang kata penghubung digunakan kata
”dan”.
3. Abstrak
Bagian abstrak
menggungkapkan hasil penelitian atau kajian secara singkat dan pernyataan apa
yang telah disimpulkan sehingga pembaca akan dapat memahami inti sari dari
tulisan hanya dengan membaca bagian ini.
Abstrak merupakan
ulasan singkat/pernyataan apa yang telah dilakukan, dihasilkan, dan
disimpulkan, yang harus ditulis dalam bahasa indonesia atau bahasa inggris,
selain bahasa Indonesia ditulis huruf miring. Abstrak disusun dalam 1 (satu)
paragraf, panjangnya tidak lebih dari 1 (satu) halaman, dan maksimal 150 kata,
dengan huruf arial ukuran 12 serta diketik dengan 1 (satu) spasi. Kata
”Abstrak” ditulis dalam huruf kapital dan diletakkan ditengah. Abstrak
dilengkapi dengan kata kunci yang terdiri atas 2 (dua) sampai dengan 5 (lima)
kata, ditulis miring.
Dalam menyusun
abstrak, tempatkan diri Anda sebagai pembaca. Mereka ingin mengetahui dengan
cepat garis besar pekerjaan Anda. Jika sesudah membaca bagian ini pembaca ingin
mengetahui perincian lain, mereka akan membaca karya Anda selengkapnya.
Penyajian abstrak selalu informatif dan faktual. Untuk meningkatkan informasi
yang diberikan, tonjolkan temuan dan keterangan lain yang baru bagi ilmu
pengetahuan dan suguhkan angka-angka. Abstrak hanya memuat teks, tidak ada
pengacuan pada pustaka, gambar, dan tabel.
4. Pendahuluan
Bagian pendahuluan
merupakan penjelasan secara umum, ringkas, dan padat meliputi latar belakang,
tujuan dan manfaat, dan hipotesis (jika ada). Bagian ini mengungkapkan
informasi dan deskripsi tentang permasalahan penelitian atau kajian yang
biasanya terdiri atas latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan dan
manfaat, asumsi atau hipotesis dan kerangka pikir.
Latar belakang
masalah dapat bersumberkan hasil penelitian terdahulu, penemuan, fakta
sehari-hari, teori atau hipotesis, status ilmiah terkini (state of the art).
Dengan menguraikan rumusan masalah dan tujuan penelitian, penulis hendaknya
dapat mengemukakan hipotesisnya dalam pendahuluan ini.
Latar belakang
merupakan argumentasi yang menunjukan permasalahan serta situasi yang
melatarbelakangi penulisan. Penyajian bagian latar belakang dilakukan dengan
cara mengkonfrontasi antara teori atau konsep dengan hasil yang diperoleh.
Bagian rumusan masalah merupakan bagian yang menjelaskan permasalahan yang akan
dikaji atau diteliti. Rumusan ini biasanya disajikan dalam bentuk kalimat
pertanyaan. Pertanyaan dalam rumusan masalah harus dapat terukur oleh aktivitas
kajian atau penelitian yang dilakukan.
Tujuan dan manfaat
harus terkait dengan masalah yang akan ditulis, dan merujuk pada hasil yang
akan dicapai, serta mengungkapkan secara spesifik manfaat yang akan diperoleh.
Tujuan diarahkan pada pemecahan masalahmasalah yang menjadi permasalahan.
Manfaat dibagi menjadi manfaat teoritis dan manfaat praktis. Manfaat teoritis
diarahkan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sedangkan manfaat praktis
dimaksudkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi.
Bagian hipotesis
dalam penulisan karya tulis ilmiah bergantung pada pendekatan yang digunakan.
Hipotesis diungkapkan secara lugas, singkat, dan padat dengan
pernyataan mendorong pembuktian dalam pengolahan data. Pembuktian hipotesis
menjadi dasar bagi pembahasan yang menghubungkan antara variabel penelitian
atau kajian dengan indikator dari setiap variabel tersebut.
5. Landasan Teori / Tinjauan Pustaka
Landasan teori merupakan
deskripsi lengkap teori-teori yang digunakan dan dirangkai sebagai argumen
keilmuan yang dilandasi dengan serangkaian teori. Landasan teori yang digunakan
adalah untuk menjawab dan membahas permasalahan.
Tinjauan Pustaka
merupakan dasar pijak penelitian atau kajian secara teoritis. Pijakan ini
berdasarkan referensi atau temuan penelitian atau kajian lain sejenis yang akan
digunakan untuk membahas permasalahan yang akan diteliti atau dikaji. Kerangka
pikir merupakan dasar teoritis yang menjadi dasar berfikir dari penulis dalam
melakukan penelitian atau kajian serta disajikan dalam bentuk deskripsi setiap
teori yang digunakan.
6. Metodologi
Metodologi adalah
kerangka pendekatan studi, yang digunakan sebagai analisis suatu teori, metode
percobaan, atau kombinasi keduanya. Metodologi yang digunakan diuraikan secara
terperinci (perubahan, model yang digunakan, rancangan karya tulis ilmiah, teknik
pengumpulan dan analisis data, serta cara penafsiran). Aspek-aspek ini tidak
seluruhnya ada pada bagian metode, tetapi bergantung pada jenis dan pendekatan
penelitian atau kajian yang dilakukan.
7. Hasil dan pembahasan
Hasil dan pembahasan
memaparkan dan menganalisis data yang mencakup uraian dengan mengungkapkan,
menjelaskan, membahas, dan menganalisis hasil tulisan yang mengacu pada tujuan
penulisan. Hasil yang diperoleh harus memperhatikan dan menyesuaikan dengan masalah,
serta disajikan secara sistematis, dengan menampilkan tabel, gambar, grafik,
atau data dukung lainnya. Tabel dan gambar harus dilengkapi nomor urut
menggunakan angka, dan bila diperlukan disertai keterangan tambahan, seperti
acuan dan arti singkatan. Pembahasan mengemukakan gagasan dan argumentasi
secara bebas, singkat dan logis. Pembahasan diberikan berdasarkan hasil, teori,
dan hipotesis, disampaikan secara jelas, padat, dan rasional.
Hasil penelitian,
survei atau simulasi/pemodelan/rancang bangun beserta analisis dan
pembahasannya disajikan secara sistematis, bersama-sama atau secara terpisah
berupa uraian, tabel, atau gambar. Data yang dilaporkan sudah harus berupa data
yang telah diolah, bukan data mentah. Untuk karya tulis hasil kajian dan hasil
bahasan teoritis, informasi pustaka yang akan dipermasalahkan dan pembahasannya
dapat diuraikan secara bersama-sama atau secara terpisah yang disajikan secara
sistematis, rasional, dan lugas.
8. Simpulan
Simpulan merupakan
hasil generalisasi atau keterkaitan dengan masalah, yang memuat ringkasan hasil
dan jawaban atas tujuan, serta konsisten dengan masalah dan tujuan. Pada bagian
simpulan diungkapkan makna yang merupakan deskripsi jawaban dari rumusan
masalah.
Simpulan tidak hanya
mengemukakan fakta, tetapi juga harus menjawab hipotesis yang disebutkan pada
bab pendahuluan serta menjelaskan pencapaian tujuan penelitian yang telah
dilakukan. Simpulan ditulis secara ringkas dan padat.
9. Saran
Saran merupakan
rekomendasi dari hasil penelitian atau kajian dan harus berdasarkan simpulan,
sehingga bukan merupakan pikiran atau pendapat penulis. Saran merupakan tindak
lanjut dari penyelesaian suatu permasalahan yang disajikan berdasarkan hasil
penelitian atau kajian.
Uraian saran dapat
mengemukakan kelemahan atau kekekurangan pelaksanaan
penelitian/pengkajian/survei/evaluasi/telaahan, serta hal-hal yang perlu
disempurnakan pada tahap berikutnya.
Ucapan terima kasih (bila diperlukan)
Ucapan terima kasih ditujukan kepada para pihak yang telah
membantu pelaksanaan penelitian/pengkajian/survei/evaluasi/telaahan.
11. Daftar Pustaka
Daftar pustaka berupa
daftar dari semua artikel jurnal dan pustaka lain yang diacu secara
langsung di dalam karya tulis ilmiah.Teknik penulisan dan pengacuan
dijelaskan secara terperinci pada daftar pustaka.
Pencantuman pustaka
selain merupakan suatu bentuk penghargaan dan pengakuan atas karya atau
pendapat orang lain juga sebagai sopan santun professional. Pencantuman
pendapat orang lain tanpa merujuk ke sumbernya akan mengesankan plagiarisme.
Komunikasi pribadi tidak termasuk dalam pustaka yang mudah diperoleh. Bila
diperlukan, nyatakan hal ini dalam teks atau catatan kaki.
D. Format Penyajian Karya Tulis Ilmiah
Dilihat dari sudut
sistematika penulisan, setiap bentuk karya tulis ilmiah pejabat fungsional RIHP
mempunyai bagian dan tata urutan penyusunan dalam format penyajian sebagai
berikut:
1. Bentuk Buku dan Non Buku yang dipublikasikan
Format penyajian buku
dan non buku yang dipublikasikan tidak terikat pada sistematika penulisan hasil
laporan penelitian/pengkajian. Hal ini ditentukan oleh kebutuhan, antara lain
media atau forum dimana karya tulis tersebut akan dimuat, namun proses penyusunannya
harus tetap melalui proses identifikasi, deskripsi, analisis, dan memberikan
konklusi ataupun rekomendasi.
2. Bentuk Buku dan Non Buku yang tidak dipublikasikan
Untuk dapat dinilai
sebagai karya tulis ilmiah buku dan non buku yang tidak dipublikasikan harus
memiliki kriteria sebagai berikut:
a. Bagian awal memuat:
1) Halaman judul;
2) Abstrak;
3) Kata Pengantar;
4) Daftar isi;
5) Daftar tabel (jika ada);
6) Daftar gambar/grafik (jika
ada).
7) Daftar Lampiran
(jika ada).
b. Bagian batang tubuh memuat:
1) Bagian Pendahuluan
Bagian pendahuluan
terdisi atas latar belakang, tujuan, manfaat, dan hipotesis (bila ada).
Proporsi bagian pendahuluan ini ± 15% dari isi karya tulis ilmiah
2) Bagian Isi
Bagian isi terdiri
atas landasan teori / tinjauan pustaka, metodologi, serta hasil dan pembahasan.
Proporsi bagian ini ± 70% dari isi karya tulis ilmiah.
3) Bagian Penutup
Bagian ini terdiri
atas simpulan, saran dan daftar pustaka. Proporsi bagian ini ± 15% dari isi
karya tulis ilmiah.
Sumber
http://bpptiris.blogspot.co.id/2013/07/kaidah-tata-cara-sistematika-penulisan.html
- Get link
- X
- Other Apps
Comments