wah sudah lama tidak posting di personal blog saya,, semoga ilmu tentang komputer saya dan programming saya semakin hari semakin baik dan berkembang. aamiin
Search This Blog
semoga dengan ada nya blog ini semakin bermanfaat untuk orang lain.
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
Softskill IIIb ( Teori Organisasi Umum 2 )
A. Pengambilan Keputusan
Pengambilan keputusan
sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin
(manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan
keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).
Definisi-definisi Pengambilan
Keputusan Menurut Beberapa Ahli :
1. G. R. Terry : Pengambilan
keputusan dapat didefinisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu
dari dua atau lebih alternatif yang ada”.
2. Drs. H. Malayu S.P
Hasibuan: Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang
terbaik dari sejumlah alternatif untuk melakukan aktivitas-aktivitas pada masa
yang akan datang.
3. Harold Koontz dan Cyril
O’Donnel: Pengambilan keputusan adalah pemilihan di antara
alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak—adalah inti dari
perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan
suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pengambilan
keputusan adalah proses pemilihan alternatif solusi untuk masalah. Secara umum
pengambilan keputusan adalah upaya untuk menyelesaikan masalah dengan memilih
alternatif solusi yang ada.
B. Faktor-Faktor yang
terkait dengan Pengambilan Keputusan
Untuk
menentukan pilihan dari berbagai teori pengambilan keputusan baik itu rasional,
inkremental atau pengamatan terpadu dengan beberapa alternatif pilihan yang
tersedia. Tentu masing-masing harus mempunyai dasar (nilai-nilai, norma-norma,
atau pedoman tertentu) yang digunakan sebagai landasan dalam menentukan pilihan
teori yang tepat.
Menurut Terry (1989) dalam blog Komunitas
Diamond faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam mengambil
keputusan sebagai berikut:
1. Hal-hal yang berwujud maupun tidak
berwujud, yang emosional maupun rasional perlu diperhitungkan dalam pengambilan
keputusan;
2. Setiap keputusan nantinya harus dapat
dijadikan bahan untuk mencapai tujuan organisasi;
3. Setiap keputusan janganlah berorientasi
pada kepentingan pribadi, perhatikan kepentingan orang lain;
4. Jarang sekali ada 1 pilihan yang
memuaskan;
5. Pengambilan keputusan merupakan tindakan
mental. Dari tindakan mental ini kemudian harus diubah menjadi tindakan fisik;
6. Pengambilan keputusan yang efektif
membutuhkan waktu yang cukup lama;
7. Diperlukan pengambilan keputusan yang
praktis untuk mendapatkan hasil yang baik;
8. Setiap keputusan hendaknya dikembangkan,
agar dapat diketahui apakah keputusan yang diambil itu betul; dan
9. Setiap keputusan itu merupakan tindakan
permulaan dari serangkaian kegiatan berikutnya.
Kemudian terdapat enam faktor lain yang
juga ikut mempengaruhi pengambilan keputusan.
a) Fisik
Didasarkan
pada rasa yang dialami pada tubuh, seperti rasa tidak nyaman, atau kenikmatan.
Ada kecenderungan menghindari tingkah laku yang menimbulkan rasa tidak senang,
sebaliknya memilih tingkah laku yang memberikan kesenangan.
b) Emosional
Didasarkan
pada perasaan atau sikap. Orang akan bereaksi pada suatu situasi secara
subyektif.
c) Rasional
Didasarkan
pada pengetahuan orang-orang mendapatkan informasi, memahami situasi dan
berbagai konsekuensinya.
d) Praktikal
Didasarkan
pada keterampilan individual dan kemampuan melaksanakan. Seseorang akan menilai
potensi diri dan kepercayaan dirinya melalui kemampuannya dalam bertindak.
e) Interpersonal
Didasarkan
pada pengaruh jaringan sosial yang ada. Hubungan antar satu orang ke orang
lainnya dapat mempengaruhi tindakan individual.
f) Struktural
Didasarkan
pada lingkup sosial, ekonomi dan politik. Lingkungan mungkin memberikan hasil
yang mendukung atau mengkritik suatu tingkah laku tertentu.
Selanjutnya, John D.Miller dalam Imam
Murtono (2009) menjelaskan faktor-faktor yang berpengaruh dalam
pengambilan keputusan adalah: jenis kelamin pria atau wanita, peranan
pengambilan keputusan, dan keterbatasan kemampuan. Dalam pengambilan suatu
keputusan individu dipengaruhi oleh tiga faktor utama yaitu nilai individu,
kepribadian, dan kecenderungan dalam pengambilan risiko.
Pertama,
nilai individu pengambil keputusan merupakan keyakinan dasar yang digunakan
seseorang jika ia dihadapkan pada permasalahan dan harus mengambil suatu
keputusan. Nilai-nilai ini telah tertanam sejak kecil melalui suatu proses
belajar dari lingkungan keluarga dan masyarakat. Dalam banyak keadaan individu
bahkan tidak berpikir untuk menyusun atau menilai keburukan dan lebih ditarik
oleh kesempatan untuk menang.
Kedua,
kepribadian. Keputusan yang diambil seseorang juga dipengaruhi oleh faktor
psikologis seperti kepribadian. Dua variabel utama kepribadian yang berpengaruh
terhadap keputusan yang dibuat, seperti ideologi versus kekuasaan dan emosional
versus objektivitas. Beberapa pengambil keputusan memiliki suatu orientasi
ideologi tertentu yang berarti keputusan dipengaruhi oleh suatu filosofi atau
suatu perangkat prinsip tertentu. Sementara itu pengambil keputusan atau orang
lain mendasarkan keputusannya pada suatu yang secara politis akan meningkatkan
kekuasaannya secara pribadi.
Ketiga,
kecenderungan terhadap pengambilan risiko. Untuk meningkatkan kecakapan dalam
membuat keputusan, perawat harus membedakan situasi ketidakpastian dari situasi
risiko, karena keputusan yang berbeda dibutuhkan dalam kedua situasi tersebut.
Ketidakpastian adalah kurangnya pengetahuan hasil tindakan, sedangkan risiko
adalah kurangnya kendali atas hasil tindakan dan menganggap bahwa si pengambil
keputusan memiliki pengetahuan hasil tindakan walaupun ia tidak dapat
mengendalikannya. Lebih sulit membuat keputusan di bawah ketidakpastian
dibanding di bawah kondisi bahaya. Di bawah ketidakpastian si pengambil
keputusan tidak memiliki dasar rasional terhadap pilihan satu strategi atas
strategi lainnya.
Selanjutnya Dalam Judul
Skripsi Pengambilan Keputusan yang tepat yang disusun Sumaryanto
Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta, dalam pengambilan keputusan ada beberapa
faktor yang mempengaruhi, antara lain:
1. Posisi kedudukan
Dalam kerangka pengambilan keputusan,
posisi/kedudukan seseorang dapat dilihat, apakah ia sebagai pembuat keputusan
(decision maker), penentu keputusan (decision taker), ataukah staff
(staffer).
2. Masalah
Masalah atau problem adalah apa yang
menjadi penghalang untuk tercapainya tujuan, yang merupakan penyimpangan
daripada apa yang diharapkan, direncanakan atau dikehendaki dan harus
diselesaikan. Sebenarnya, masalah tidak selalu dapat dikenal dengan segera, ada
yang memerlukan analisis, ada pula yang bahkan memerlukan riset tersendiri.
3. Situasi
Situasi adalah keseluruhan faktor-faktor
dalam keadaan, yang berkaitan satu sama lain, dan yang secara bersama-sama
memancarkan pengaruh terhadap kita beserta apa yang hendak kita perbuat.
Situasi ini ada yang bersifat tetap dan ada juga yang berubah-ubah.
4. Kondisi
Kondisi adalah keseluruhan dari
faktor-faktor yang secara bersama-sama menentukan daya gerak, daya berbuat atau
kemampuan kita. Sebagian besar faktor-faktor tersebut merupakan sumber daya.
5. Tujuan
Tujuan
yang hendak dicapai, baik tujuan perorangan, tujuan unit (kesatuan), tujuan
organisasi, maupun tujuan usaha, pada umumnya telah tertentu / telah
ditentukan. Tujuan yang telah ditentukan dalam pengambilan keputusan merupakan
tujuan antara atau obyektif.
C. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Pilihan
Yang Etis
1. Manajer
Manajer membawa pengaruh berupa
kepribadian dan perilaku terhadap pekerjaan. Kebutuhan pribadi, pengaruh
keluarga, dan latar belakang agama seluruhnya membentuk sistem nilai seorang
manajer. Karakteristik pribadi yang khusus, seperti kekuatan ego, percaya diri,
dan rasa kebebasan yang kuat memungkinkan manajer untuk membuat keputusan yang
etis.
Satu
karakter pribadi yang penting adalah tahap perkembangan moral. Pada tahap pra
konvensional, individu memerhatikan penghargaan dan hukuman dari eksternal dan
mematuhi otoritas untuk menghindari konsekuensi pribadi yang fatal. Dalam
konteks organisasi, tahap ini dapat dihubungkan dengan para manajer yang
menggunakan gaya kepemimpinan otoriter atau memaksa, dengan karyawan yang berorientasi
pada pencapaian tugas tertentu. Pada tahap kedua, yang disebut sebagai tahap
konvensi, orang mulai belajar untuk memenuhi ekspektasi perilaku yang baik
seperti yang dimaksudkan oleh para kolega, keluarga, teman, dan masyarakat.
Kolaborasi kelompok kerja merupakan cara yang lebih disukai untuk pencapaian
tujuan organisasi dan manajer menggunakan gaya kepemimpinan yang mendorong
hubungan antar pribadi dan kerja sama. Pada tahap pasca konvensional atau tahap
berprinsip, para individu dipandu oleh sekumpulan nilai dan standar internal
bahkan akan melanggar aturan atau hukum yang bertentangan dengan prinsip ini.
2. Organisasi
Dalam
organisasi, pengaruh yang penting terhadap perilaku yang etis adalah adanya
norma dan nilai tim, departemen, dan organisasi secara keseluruhan. Riset
menunjukkan bahwa nilai-nilai ini sangat memengaruhi tindakan dan proses
pengambilan keputusan oleh karyawan. Secara khusus, budaya perusahaan
memungkinkan karyawan tahu keyakinan dan perilaku seperti apa yang didukung oleh
perusahaan dan seperti apa yang tidak dapat ditoleransi oleh perlahan.
Budaya
dapat diamati untuk melihat jenis-jenis sinyal etika yang diberikan kepada para
karyawan. Standar etika yang tinggi dapat ditegaskan dan dikomunikasikan
melalui penghargaan publik atau upacara resmi.
Budaya
bukanlah satu-satunya aspek dari organisasi yang memengaruhi etika, namun
merupakan suatu kekuatan yang besar karena menentukan nilai-nilai perusahaan.
Aspek organisasi yang lain, seperti aturan dan kebijakan yang eksplisit, sistem
seleksi, penekanan pada standar hukum dan profesional. Serta proses
kepemimpinan dan pengambilan keputusan, juga dapat memengaruhi nilai etika dan
proses pengambilan keputusan oleh manajer.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Keputusan
adalah suatu pemutusan atau pengakhiran dari pada suatu proses pemikiran
tentang suatu masalah atau problem, untuk menjawab pertanyaan apa yang harus
diperbuat guna mengatasi masalah tersebut pengambilan keputusan yaitu proses
memilih suatu alternatif cara bertindak dengan metode yang efisien sesuai
situasi jenis keputusan dibagi menjadi tiga macam: keputusan terstruktur,
keputusan semi terstruktur, keputusan tak terstruktur keputusan dibedakan
menjadi 2 keputusan yang diprogramkan (program decision), keputusan yang tidak
diprogramkan (non-programmed decision). Faktor-faktor yang mempengaruhi
pengambilan keputusan ada 5 yaitu : /kedudukan, Masalah, Situasi , Kondisi,
Tujuan.
DAFTAR PUSTAKA
L. Daft
Richard. Manajemen. Jakarta: Salemba Empat. 2008
http://staff.uny.ac.id/dr-sumaryanto-mkes/4-upaya-pengambilan-keputusan-yang-tepat,
diakses 23 April 2014
http://anneahira.Blogspot.com/ Pengambilan Keputusan ,diakses 22
April 2014
http://hendriansdiamond.blogspot.com/2012/01/choice-menurut-terry-1989-faktor-faktor.html
diakses 23 April 2014
http://abdulhadimulyaramadhan.blogspot.com/2014/05/faktor-yang-mempengaruhi-dalam.html
- Get link
- X
- Other Apps
Popular Posts
KUTIPAN, CATATAN KAKI DAN DAFTAR PUSTAKA
- Get link
- X
- Other Apps
Comments